Kamis, 06 April 2023

Kordinator

 


  1. Parang. Simbul Widarto 
  2. Lembeyan Yusuf
  3. Nguntoronadi Triyono
  4. Takeran Hanif
  5.  Gorang gareng. Pur
  6. Bendo Samsiati 
  7. Maospati Yuli
  8. Barat A. Warno Samsul 
  9. Karangrejo Slamet 
  10. Karas Edy m
  11. Kartoharjo Jumai
  12. Magetan yatin joko
  13. Sukomoro sugeng, Edy Margono 
  14. Plaosan Tarmi 
  15. Sidorejo 
  16. Panekan wartin
  17. Ngariboyo  BOPO  Arif 
  18. Poncol Sungkono


Senin, 13 Februari 2023

Pendidikan Magetan


Agenda Pendidikan Magetan Bersinar

 (Bergerak Sinergi Nasionalis Religius)

Pendidikan Magetan Ramah dengan memberikan seluas luasnya pada pemenuhan kebutuhan sesuai dengan bakat dan minatnya.

Dalam rangka meningkatkan pendidikan merdeka belajar yang kompetitif dan mandiri, maka  perlu mendirikan pendidikan berbasis keunggulan anak didik.

Untuk mewujudkan pendidikan berkarakter perlu bekerja sama dengan instansi terkait dan pondok pesantren di kabupaten Magetan 

Harapannya lulusan dari kabupaten Magetan memiliki karakter religius yang memiliki literasi  produktif.

  1. Visi : Berkarakter  dan Literasi yang tinggi 
  2. Misi : melayani  pendidikan Magetan sesuai dengan bakat minat dan potensi anak 
  3. Tujuan  
  • Mewujudkan sekolah berkarakter religius 
  • Mewujudkan sekolah ramah lingkungan. 
  • Menciptakan branding sekolah  yang bermakna 
  • Melayani perbedaan pada diri anak.
  • Menciptakan kompetisi untuk prestasi Nasional 
  • Mempersiapkan anak menguasai teknolog digital 
  • Menyiapkan anak literasi budaya 
  • Mempersiapkan anak mandiri literasi dan finansial 
Action:
  • Lulus SD hapal 2 -5 Zus
  • Lulus SMP 3 - 7 zus
  • Gemar membaca dan menulis
  • Menghasilkan buku setiap bulan
  • Menghidupkan PBKl (pendidikan berbasis keunggulan lokal) dengan mendirikan Pusdiklat baik akademik non akademik 
  • OSIS berkreasi Apel Tebas  (aku peduli lingkungan dan teman sebaya)
  • OSIS Champions 
  • Gelar/unjuk kreasi tahunan 
  • Beasiswa anak berbakat (akademik dan dan non akademik)
  • Akademi literasi digital menuju literasi finansial  
  • Mendirikan pusat perbelanjaan berbasis potensi di kabupaten


Minggu, 05 Februari 2023

Temanku

  1.  Keluarga. Pragak, Magetan, Takeran, 
  2.  Desaku. Alhamdulillah 8 orang menjadi satu . Satu kelompok literasi digital konten. Juair dkk.
  3. Tenis, Juari, Agus, 
  4. Ikaspegma Abah. Pier, Yatin. Yuli, Samsiati, Yatmi.
  5. S2. Ragil. 
  6. Kepala sekolah. Ida. Joko. Lantur. Ismadi
  7. Guru.  Pkn. Inggris. Or. Gus Tholib 
  8. SMP bendo 2, April, Waka, tu
  • Takeran. Supriyadi Endah, 
  • Nguntoronadi. Triyono, sarana, bp, 
  •  Kawedanan 2. Pugh Fauzi 
  • Karangrejo. Bu ratna.seni. tarto, tu, 
  • Snesti Sri Yumi Pramuka, tu. Keceng
  • . Spatma, B pri
  • Sparda. Yuli, Joko, kawar. Sugeng, Triyono, Sri wiyati, 

  1. Seni. Kelvin, SMA 1, dalang Sumiati Literasi. P hersan, 
  2. SMP . Samsiati, Parlan, Katno
  3. Sarangan group, Waji, Suprihatin, Sukari
  4. Anak asuh Sumarni, sukini, didik, Banjar panjang Lilik 
  5. Paud Sumi, roml
  6. Ks SD, Edy Margono, Yuyun. 
  7. Pengawas.Skm. Pkn. Smn
  8. SMA: Samsul Karas 

Jumat, 30 Agustus 2019

Suara Qolbu Untuk Bupati Baru


Dinas Lingkungan hidup

baru mengerti.
Kalau yang namanya Adiwiyata itu yang utama justru ada pada penerapan alam pembelajaranya.
Dalam RPP harus muncul adanya implementasi tentang lingkungan hidup . Baru pelaksanaan dan fisiknya.               

Kamis, 29 Agustus 2019

anak kita

❤️ Sharing is caring ❤️

Jadi orang tua itu harus luasssss sabarnya

CARA MEMUTUS SIKLUS ANAK NAKAL

Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya:

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"
Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.
"Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:

*رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد*ِ
_*“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”*_

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya.
Waaah pak Dosen mulai menantang anak baik ya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc. di sana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)

Siklus Anak Baik ( siklus 1)
_*Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik*_

Siklus Anak nakal ( siklus 2)
_*Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal*_

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?* ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.
Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. *Bagaimana caranya kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?*
ini kuncinya:
*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“*

*Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).*

*Caranya* orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab:

_*Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.*_
*Umar Bin Khattab*

 saya dapat do'a seperti ini, artinya:

_*"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka turunkanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."*_

_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.*_

_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.*_

_*Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil*_

Semoga bermanfa'at
Barakallahu fiikum...
silahkan share jika bermanfaat...

Tulisan ini ditulis oleh ibu septi peni wulandani founder institut ibu profesional, istri dari bapak Dodik Mariyanto

Rabu, 28 Agustus 2019

PENDIDIKAN INDONESIA AMBURADUL.


PENDIDIKAN INDONESIA AMBURADUL.

Pertama apa gunanya pelajaran agama hanya teori dan penerapannya sekitar 50% digunakan. Pelajaran TIK penting karena sudah zaman maju dan menggunakan sistem online dan berbagai macam teknologi.
Sejarah penting hanya dasarnya saja. Mengapa kita harus melihat masa lalu, tetapi tidak mengira masa depan kita.
Bahasa Jepang penting hanya untuk jika kita pergi ke Jepang dan berbicara dengan orang-orang Jepang.  Bahasa Indonesia berguna 50% dalam dasar dan penerapan. Matematika minat. Mengapa kita harus menghitung garis melengkung dan persamaan-persamaan yang sepertinya tidak akan digunakan di  kehidupan. PJOK di gunakan untuk penerapan.
Prakarya berguna sebagai alternatif saja. Sedangkan Bahasa Daerah berguna dalam daerahnya sendiri-sendiri, Zaman sekarang, orang biasanya melupakan khas daerahnya sendiri.
Pelajaran fisika, mengapa kita harus menghitung kecepatan motor apabila sudah ada ada di speedometer di motor. Mengapa kita juga harus menghitung buah jatuh dari pohon, sepertinya orang kurang kerjaan aja. Menghitung air tumpah, ngitung tekanan ikan dan hal-hal yang yang sepele lainnya.
Matematika wajib menghitung persamaan pertidaksamaan dan nilai mutlak. Apa gunanya dalam kehidupan ekonomi pelajaran yang mengajarkan kita tentang manajemen rumah tangga adalah pelajaran yang cukup penting.  Kimia Mengapa kita harus memperhatikan atom-atom kecil yang Bahkan kita tidak bisa lihat apa gunanya dalam kehidupan.
Seni budaya pelajaran untuk mengembangkan kreativitas siswa dan berguna dalam penerapannya saja.
 Biologi Mengapa kita harus mempelajari secara detail tentang setiap hewan tumbuhan dan manusia. Biologi sedikit berguna dalam teori teorinya. 
Bahasa Inggris banyak berguna karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional.
PPKN berguna dalam bidangnya sendiri.
Mengapa kita harus mengurus tugas-tugas kenegaraan padahal sudah ada pengurusnya dari bidang-bidangnya sendiri dan undang-undang dasar 1945 sudah ada tidak perlu dihafalkan yang kedua siswa di bebani oleh semua tugas dan PR tugas akan membuat siswa keberatan capek dan kesal untuk sekolah.  
Sekolah seharusnya menyenangkan. Dengan adanya tugas siswa justru semakin malas, karena jika mereka melihat tugas mereka seperti terpaksa untuk mengerjakannya dan saat tugas banyak-banyak itu akan menjadikan siswa merasa bebas dan senang, akan tetapi karena mereka terbiasa mengerjakan tugas tugas itu menjadi kebiasaan mereka.
 Jadi kalau tidak ada tugas mereka tidak akan belajar dan menjadi malas jadi sarannya 1 minggu dibatasi jumlah tugasnya seperti satu hari satu atau satu minggu lima  tugas
Yang ketiga, masalah peminatan siswa siswa seharusnya dapat memilih pelajaran atas minatnya sendiri.
Sarannya kelas yang bergerak. Guru yang diam. Setiap pelajaran teman siswa berbeda-beda. Siswa dapat memilih guru. Siswa dapat memilih pelajaran . Guru yang paling banyak siswa berarti hebat.


Kordinator

  Parang. Simbul Widarto  Lembeyan Yusuf Nguntoronadi Triyono Takeran Hanif  Gorang gareng. Pur Bendo Samsiati  Maospati Yuli Barat A. Warno...